STOP SKIN CARE
Perkenalkan nama saya Seftiana wulandari saya kuliah semester 6 dan menginjak semester 7. Disini saya mau bercerita tentang pengalaman saya dengan klinik skin care. Awal menggunkan skin care yaitu masuk kuliah disemester 1 jadi saya menggunakan skin care sudah 3 tahun. Saya menggunakan skin care bermulai dari teman saya yang kulit wajahnya putih dan saya mengikuti jejak teman saya. skin care yang saya gunakan yaitu skin care yang berada di Solo dan sekarang membuka cabang disetiap Kabupaten.
Awal menggunkan, wajah saya kelihatan putih dan itu berjalan dua setengah tahun. Jika krim malam saya kelupaan tidak memakai atau habis dan males membeli krim, wajah saya langsung bentol-bentol merah. Lalu saya konsulin didokter klinik tersebut katanya sih iritasi dan diberi krim iritasi dan setelah 2 hari wajah saya kembali putih. setelah dua setengah tahun wajah saya muncul jerawat, saya merasa binggung karena saya tidak bernah berjerawat sejak kecil. Beberapa bulan kemudian lalu saya diberi info kalau skin care yang saya pakai ini banyak yang bedampak inilah itulah.
Saat itu saya berfikir keras dan merasa takut, sebelum terlanjut mending berhenti saat ini juga !!
Awalnya saya mencari beberapa artikel dan referensi cara menghilangkan kecanduan krim dokter. saya memadukan beberapa referensi. Disini saya memberi tips berhenti menggunakan dokter:
Pertama, jangan berhenti menggunakan krim dokter secepat mungkin, lakukanlah secara perlahan-lahan seperti menggunkan krim malam tidak rutin, semisal 3 malam sekali lakukan sekitar 2 minggu.
kedua, berhenti total dan mengganti dengan masker oatmeal pagi dan malam.
ketiga, gunakan minyak zaitun untuk sehari-hari dan gunkan bedak baby untuk hasil yang baik. Keempat, gunakan sabun mandi baby untuk cuci muka. Lakukan dengan rutin.
Saya baru menggunkan 1 minggu lebih dan ini hasil perubahannya:
Semoga dengan coret-coretan saya ini dapat bermanfaat bagi anda. selamat mencoba

Komentar
Posting Komentar